Sedikit Pendapat

Hari ini saya mengikuti talkshow Gema Inspirasi yang diadakan ITB Fair. Acara yang ditawarkan menarik, apalagi dengan pembicara kelas atas seperti Martha Tilaar, Raditya Dika, Sudjiwo Tejo, Ridwan Kamil, Habibie Afsyah, dan lain-lain. Temanya entrepreneur yang dibagi ke dalam tiga sesi: technopreneur, sociopreneur, dan creativepreneur.

Tapi yang cukup menganggu adalah beberapa teknis kecil yang mungkin tidak semua orang rasakan. Yah, semoga ada panitia yang nyampe tulisan ini dan ngebaca buat evaluasi selanjutnya 😀 karena saya emang bukan siapa-siapa di kampus dan kayaknya cukup panjang juga kalo harus diomongin langsung. Secara keseluruhan, semua faktor yang ada di sini memang harus diterapkan di semua acara besar.

  1. Slide presentasi. Di acara tadi, sepertinya panitia tidak melakukan gladi bersih terlebih dahulu sehari sebelumnya. Bisa dilihat dari ketiga layar besar Sabuga yang segede gaban. Seluruh penonton talkshow bisa melihat ketika operator melakukan klik sana klik sini untuk mencari file yang akan diputar. Hmm, kalau tidak salah sih ada fungsi “freeze” di proyektor supaya operator bisa menggunakan komputer tanpa membuat penonton terganggu dengan aktivitasnya sendiri.
  2. Dokumentasi. Tidak ada kamera canggih seperti waktu saya menonton Kick Andy beberapa bulan yang lalu. Mungkin terbatas masalah dana. Tapi seakan-akan proyektor menjadi tidak berguna karena penonton yang ada di ujung tetap tidak bisa melihat wajah pembicara di panggung.
  3. Air wudhu. Waktu PROKM, setiap mahasiswa baru membawa air botol 1 L untuk dipakai wudhu. Pada saat talkshow seperti ini, tidak mungkin meminta penonton membawa botol 1 Liter. Hahaha. Sayangnya, panitia yang ada amat sangat tidak sigap sehingga banyak yang harus menunggu air di ember diisi (dan airnya kotor) untuk wudhu.
  4. Konsumsi. Ini yang cukup bikin bete. Antrian panjang, tidak boleh dibawa ke dalam ruangan talkshow (masih bisa ditolerir), dan………………….. habis sebelum teman-teman dan saya makan. Duar. Terpaksa kami makan di luar dan ketinggalan banyak di sesi berikutnya, termasuk musik sasando. Hiks. Sehabis acara memang diberi konsumsi, tapi bukan makanan dalam box seperti yang sebelumnya. Makanan yang ada dimasukkan ke plastik mika yang tidak di-stapler sehingga rawan jatuh. Ckckckckckckckckck (Infinite ckck).
  5. Sertifikat. Pas pertama datang, penonton registrasi di depan ruangan. Di formulirnya ada nomor meja dan urutan. Misalnya meja A nomor 14, berarti nomor kita A-014. Lalu nomor itu ditulis di tiket talkshow. Oke. Sip. Asumsi saya, nanti pas pengambilan sertifikat tinggal sebut nomor dan dikasih sertifikat yang sudah diurutkan berdasarkan nomor itu. Tapi ternyata… Jengjengjeng. Mejanya kacau. Urutannya saja ada yang RSVTU (harusnya RSTUV). Lalu panitia harus mencari satu-satu sertifikat yang diurutkan berdasarkan nomor di formulir tadi, namun ternyata tidak dinomori. Selain itu, cara pencariannya juga kacau karena terdistraksi sedikit, maka panitia bisa mengulangi pencarian dari awal. Sangat tidak efektif. Belum lagi, tulisan di sertifikat saya salah. Tambah kesal saja.
  6. Panitia. Beberapa yang saya temui ada yang tidak sigap dan profesional. Misalnya mudah terdistraksi saat melakukan pekerjaan (mungkin memang tegang juga sih ya..), tapi yang lebih membuat saya heran adalah ketika saya bertanya tentang di mana pengumpulan kuesioner. Panitia yang saya tanya hanya bilang “bukan saya..”. Yah, lain kali, kalo ada yang bertanya, lebih baik ucapkan “maaf saya tidak tahu, mungkin coba di sebelah sana?” atau “oh bisa titip di saya saja, mbak”. Karena ucapan “bukan saya..” sangat tidak profesional dan terkesan melempar-lemparkan tanggung jawab (walau memang bukan tanggung jawab panitia tersebut juga sih). Lagipula, apa susahnya dititipkan kuesioner?
  7. Rundown. Hampir saja terlupa. Dari jam 9-11 lebih, cuma ada sambutan. Tidak sepenuhnya salah panitia, karena memang pembiacaranya ngelantur dan panitia pun sudah mengeluarkan papan “1 MENIT LAGI” dari belakang. Rasanya ketika melihat itu aneh banget, haha. Mungkin nanti untuk pembicara senior perlu taktik dikit kali ya.. Misalnya papan “1 MENIT LAGI” dikeluarkan dari 20 menit sebelumnya. Hahaha 😉

Rasanya sekian dulu protes buat talkshownya. Pas tadi sih cukup nasteung, tapi ternyata kalau sudah nulisin uneg-uneg jadi cukup lega ya. Hahahaha. Tapi acaranya menarik kok, apalagi pas bagian creativepreneur. Mungkin karena pembicaranya lebih “dekat” dengan anak muda. Bagian sociopreneur dan technopreneur juga tak kalah menginspirasi tentunya.

Sekian buat malam ini. Semoga acara selanjutnya lebih baik dan sukses! 😀

x

-N

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: