Galau

Galau sangatlah tidak menyenangkan. Memalukan. Karena rasa itu adalah manifestasi dari ketiadaan sesuatu untuk dijadikan pegangan. Sesuatu itu bisa pekerjaan, seseorang, bisa juga ..Tuhan. Memang seharusnya Dia yang utama. Dia yang seharusnya kita jadikan tujuan.

Namun di balik elektron mungkin saja ada proton. Begitu pula dengan hal ini. Kalau saya galau, tulisan saya jadi lebih beremosi, kata seorang teman. Teman lain bahkan berkata lebih bagus, walaupun saya tidak percaya.

Selamat malam.

x

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: