Kalut

Baru saja tadi sampai rumah sehabis latihan tari saman. Rasanya lelah sekali dan ingin cepat-cepat sampai rumah. Lalu di tempat parkir saya harus belok kiri di belokan yang penuh mobil. Rasanya sih sudah cukup perkiraan beloknya, tapi ternyata ketika memajukan mobil…

BRAK.

Terdengar suara dari belakang mobil. Shock. Sepertinya itu tabrakan dengan mobil lain. Cukup keras, tapi sepertinya tidak ada yang pecah. Keadaan sangat gelap di belakang maupun depan. Habis hujan pula, jadinya spion pun tidak menampakkan apa-apa.

Jujur saja saya takut. Bukan sekali dua kali saya pernah menabrakkan mobil. Reaksi saya juga bermacam-macam karena pada saat itu berbagai pikiran langsung menyelimuti otak saya.

Lagi-lagi nabrak! Bego banget sih! Harusnya kalau mau belok ya maju dulu dikit jangan asal belok!

Oh nooooo berapa duit ini? Nggak tega banget harus membebani orang tua dengan hal seperti ini lagi. Kalo rusak kan nggak murah benerinnya!

Harusnya pake asuransi!

Gimana mobil yang lainnya?

Masih banyak pikiran lainnya yang berseliweran. Sejujurnya saya sedih sekali. Sedih karena telah berlaku bodoh dan akan mengecewakan orang tua. Saya juga bingung. Apa yang harus saya lakukan?

Karena tempat parkir tersebut terlalu sempit, saya keluar dari tempat parkir dan berhenti di jalan kosong untuk mengecek keadaan mobil. Ketika dilihat, tidak terdapat apa-apa, saya pun cukup kaget. Di perjalanan pun terpikirkan kejadian itu..

Tapi setelah sampai rumah, saya mengecek lagi. Ternyata………………….. bagian yang penyok adalah bagian bawah kiri di pintu penumpang. Pertamanya saya kira itu penyok yang memang sudah lama, ternyata saya salah, penyok yang saya ingat ada di bagian kanan………….

Sedih sekali rasanya. Mengecewakan orang tua, membuat mobil rusak, dan membuat mobil orang lain rusak 😦 Saya tidak tahu itu mobil siapa, tapi saya amat sangat menyesal 😦 😦 😦

Saya hanya berharap mobil yang jadi korban tidak lecet… Jika memang lecet, semoga tidak parah……… Ah, rasanya hati ini tak enak sekali…… Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Semoga ini terakhir kalinya……

Selamat malam.

-N

ditulis dalam keadaan kalut dan mendoakan “korban” agar selalu bahagia dan sejahtera.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: