Sendiri

Saya pernah membaca di suatu status teman saya di jejaring sosial. Status tersebut seperti ini:

Kita ini lahir sendiri, mati juga sendiri. Kenapa harus takut?

Entah mengapa kata-kata ini begitu tercetak di sel-sel kelabu otak. Memang kata-katanya tidak persis seperti itu, tapi itulah intinya. Terlalu banyak kebenaran pada kata-kata tersebut sehingga saya tidak memiliki argumen untuk membantahnya.

Kadang kita takut kesendirian. Takut kepada pandangan orang-orang. Padahal, tak ada yang benar-benar peduli pada kesendirian kita. Tak percaya? Coba saja tanya kepada diri sendiri, pedulikah kita jika melihat orang lain berjalan sendirian di suatu tempat.

Atau mungkin saja kita takut pada ketakutan itu sendiri.

Namun, kita memang tak pernah benar-benar sendiri. Dia akan selalu ada.

-N

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: