Gemastik 5!

Saya masih inget waktu akhir-akhir liburan kemarin, Hasby si Dobby ngajak saya ikut Gemastik. Kalo saya ikut, berarti ini Gemastik kedua saya. Pertama kali ikut Gemastik, saya jadi ilustrator 2D untuk game simulasi lalu lintas berjudul Yutopia. Hahaha. Waktu itu, tim saya FUFUFU cuma masuk sampai tahap proposal.

Apakah Gemastik itu?

logo Gemastik 5 yang dibuat teman saya, Raihan Budiwaskiti (kesalahan nama disengaja)

Nah, Gemastik itu apa sih? Rasa gemas ingin menggelitik? Gema di dalam stik? Gemastik itu singkatan dari Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Di acara ini ada berbagai lomba, di antaranya lomba pengembangan aplikasi, penggalian data, karya ilmiah, pengembangan permainan, dan desain web.

Asal mula Motherlode

Waktu itu liburan hampir banget berakhir dan Hasby ngajak gabung jadi serabutan dokumen dll. Sebelumnya saya juga diajak di tim lain tapi akhirnya saya tolak karena nggak tahu semester ini bakal bagaimana sementara harus ngegambar untuk game dengan visual yang cukup kuat. Karena ini kayaknya ga terlalu berat harus ngegambar-gambar dan lebih ke dokumentasi bantu-bantu, saya terima deh. (Naon)

Saya juga masih ingat, Hasby nanya “nama tim kita apa ya”. Karena males mikir dan lagi pengen main The Sims, saya langsung aja jawab “Motherlode”. Kalo yang nggak tahu, motherlode itu cheat untuk memperkaya Sim sebesar 50,000 simoleons di game The Sims 2 dan 3. Baru setelah iseng dicari di Google, ternyata artinya adalah semacam bongkahan emas gitu. Uwow~ Nama adalah doa~

Kumpul-kumpul pun dilakukan. Anggota tim satunya lagi adalah Pandu Narendradewo, anak SBM yang juga anak ISO yang bisa main biola. Imba lah pokoknya. Saya cuma nyumbang nama di tim ini, beneran deh. Pertama nama saya, kedua nama tim, ketiga nama aplikasi yang akan dikembangkan: Tonesia.

Tema besar Gemastik 5 ini adalah pendidikan. Kami sendiri mengambil pendidikan budaya untuk aplikasi Tonesia ini. Tonesia adalah situs web yang memungkinkan penggunanya bermain musik tradisional Indonesia berbarengan. Ada kok, situs super oke-keren-banget-ya-ampyun yang menginspirasi kita ini, namanya Technitone. Sayangnya kurang intuitif buat yang nggak ngerti musik (kayak saya, hahahahahaha).

Final!

Lalu tanpa diduga pun kami masuk babak final. Bahkan Hasby Dobby pun masuk 2 FINAL WOOOOOOOO MARUK. Final Desain Web dan Pengembangan Aplikasi kalo nggak salah. Karena tuan rumah Gemastik sekarang ITB, kita ga jalan-jalan kayak tahun lalu ke kampus lain deh, huft~

Pas sudah mulai masuk Oktober, kami pun mulai sibuk. Tim 3GP (Gold Glory Gemastik Programme) yang diketuai oleh Ojan 2010 pun ngadain sharing dengan LK (Lembaga Kemahasiswaan) dan finalis lainnya. Sayang, waktu itu saya lagi ada kuliah jadi tidak bisa ikut, dan ternyata setelah tanya-tanya Hasby, banyak banget yang kurang dari Tonesia, mulai dari latar belakang, tujuan, sampai antarmuka pengguna alias User Interface (UI) yang katanya sangat tidak menarik. Wuoooh fight!

Kemudian hari-hari pun diisi dengan membuat presentasi, memperbaiki tampilan Tonesia, dan sebagainya. Saya dan Pandu si Drama King menjadi orang-orang terakhir yang nongkrong di sekretariat Admin Tracer Career Center, membuat drama-drama baru di mana saya jadi istri dadakan yang tidak berguna. Setiap saya dan Pandu memulai episode baru, Sasri akan langsung bilang “Klik! Pindah channel!”, hahahahha. Sementara itu, Hasby Dobby dan Teteh Atin hanya menonton/mendengar kehebohan kami sambil tetap ngoding.

Presentasi

Akhirnya tibalah  Kamis, 11 Oktober 2011 di mana seluruh peserta desain web melakukan presentasi di hadapan juri. Presentasi ini tertutup, jadi peserta lain nggak tahu apa yang terjadi dengan peserta lain. Apakah pembantaian? Apakah pemujaan? Apakah penghinaan? Only God knows………

Ketika presentasi, saya dan Pandu berkolaborasi (cieh). Untungnya Pandu orangnya supel dan cerewet (in a good way) sehingga kekikukan saya bisa tertutupi, hahaha. Presentasinya sendiri ada di prezi, bisa dilihat di sini. Namun presentasinya memang didesain supaya menjadi visualisasi ide yang disampaikan pada saat presentasi, jadi jangan bingung ya, haha.

Kesan presentasi? Entahlah~ Saya tidak bisa mengatakan itu bagus atau tidak, karena memang saya tidak bisa melihat bandingannya. Kalaupun juri berkata “bagus”, belum tentu juri hanya mengatakan hal tersebut pada kita kan? Bisa saja pada tim lain juri mengatakan “WUOW AMAZING KAMU PASTI PEMENANGNYA SAYA JAMIN”. Yang jelas, saya yakin Motherlode sudah melakukan yang terbaik yang kami bisa……..

Malam pengumuman……………….

Tibalah malam hari. Aula Barat ITB pun penuh dengan finalis dan panitia dari ITB yang sebetulnya teman-teman saya juga. Perut rasanya tegang nggak keruan. Meskipun sudah pasrah, keinginan menang pasti tetap ada dong. Apalagi saya belum pernah menang lomba informatika mana pun, (padahal baru nyoba Gemastik dan Imagine Cup sih, ahaha).

Pas kategori Desain Web akan diumumkan, makin aja rasanya pasrah+deg-degan+pengen menang bercampur aduk kayak gado-gado. Mana ITB hampir tidak ada yang membawa jaket almamater, padahal dari universitas lain sudah membawa jamal dengan bangga. Nomor ketiga.. bukan kami. Nomor kedua.. bukan kami. Makin deg-degan lah, udah pasrah, karena saya memprediksi kalaupun menang, kami tidak akan juara pertama. Saya pun menegakkan kepala dengan pasrah, nggak mungkin deh juara pertama.. Menerima kekalahan dengan lapang dada..

…Sampai bapak-bapak yang mengumumkan menyebutkan nama Motherlode! Saya benar-benar menyimpan kenangan itu. Kenangan di mana saya terdongak dan menoleh kepada Hasby kemudian berteriak kencang sekali. Apalagi teriakan teman-teman di belakang saya tidak kalah keras. Sepertinya waktu itu saya membuka mulut begitu lebar karena tidak percaya….

Akhirnya saya pun dipinjami jaket almamater sama Yosef (kalau tidak salah) dan maju ke depan… Ya ampun, berkali-kali saya menggumam “Ini mimpi? Ini mimpi, bukan?” kepada Pandu, yang malah paling tiis/dingin/cool di antara kita bertiga, padahal dia adalah yang paling Drama King di Motherlode.

Pandu, saya, dan Hasby (diambil dari facebook Restu Banowati)

Surreal… Saya nggak percaya.. Tapi Hasby dan Pandu memang imba sih, jadi memang mungkin… Dan di foto ini saya yang tersenyum paling lebar, hahaha.. Perasaannya susah diungkapkan dengan kata-kata, kecuali: Patronus. Sepertinya saya bisa membuat Patronus yang sangat kuat dengan memori ini.. Hehehe..

Akhir kata, terima kasih untuk semua, untuk Hasby yang udah ngajak, Pandu Drama King partner bermain sinetron, Agast, Sasri, Figi, dan 2 teman Pandu lainnya yang sudah mau diajak nyobain Tonesia untuk video testimoni, sekali lagi untuk Agast, Sasri, Sume, Riza, Tifa, Raches, Caca, Restu,  Bobi, Gita, dan semuaaaaaaaaaa anak informatika apalagi Divkel, Tim 3GP, dosen-dosen IF/STI ITB, kyaaaaa kyaaaaaaa… (tidak sanggup berkata-kata).

Expecto Patronum!

N.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: