Madilog

Akhirnya. Selesai juga. Setelah melalui drama dengan penjual buku online yang ternyata menjual buku fotokopian dan halaman tidak lengkap, sekian bulan kemudian, saya menyelesaikan buku ini, yang direkomendasikan seorang dosen yang cukup dikenal di media sosial.

Tingkat keterbacaan (readability) buku ini menurut saya sangat rendah, karena saya sering sekali tertahan di satu paragraf untuk memahami maksud dari kalimat-kalimat tersebut. Entah karena saya yang kurang pintar dalam memahami kata, tata bahasa yang mungkin berbeda pada zaman saat ditulis (tahun 1940an), atau editor yang tidak membuat buku ini lebih mudah dibaca. Kalimat yang ada kadang terasa seperti transkrip kata per kata ketika seorang dosen sedang memberikan kuliah. Buku ini termasuk buku yang harus dibaca lebih dari satu putaran untuk benar-benar dipahami (bagi saya).

Terlepas dari semua itu, buku ini memang memberikan gagasan yang ingin mengganti gagasan masyarakat Indonesia yang sangat percaya pada logika mistika/supernatural dan tidak mau berusaha/berubah. Well, buku ini mengandung banyak hal yang tidak asing bagi pelajar SMA jurusan IPA atau mahasiswa pendidikan teknik, contohnya bab tentang matematika, hukum fisika, logika, dan premis-premisnya yang sangat bertentangan dengan logika mistika.

Walapun buku ini sepertinya harus dibaca berulang kali, ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dalam putaran pertama (ditambah sedikit pencarian di Google). Mohon koreksi jika saya salah. Salah satunya adalah materialisme. Selama ini, materialisme dikaitkan dengan harta, tahta, foya-foya, dan sebagainya. Namun, di buku ini saya dikenalkan dengan materialisme yang lain, yang dipertentangkan dengan idealisme, yang tentu saja berbeda dengan idealisme yang selama ini saya tahu. Kata kunci dari materialisme adalah materi (you don’t say), di mana materi atau bukti bendawi sebagai titik awal kita dalam berpikir. Sementara idealisme tentu sebaliknya, ide yang menjadi patokan. Hal-hal gaib (yang tidak ada bukti bendawi dan/atau termaterialisasi) tergolong ke dalam ide.

Setelah membaca penjelasan materialisme vs idealisme tersebut, entah kenapa saya langsung terpikir penemuan mesin uap oleh James Watt. Mesin uaplah (yang sudah ada bukti bendawi) membawa pengaruh pesat bagi kehidupan manusia hingga dapat memicu terjadinya revolusi industri, bukan sekadar ide-ide yang mungkin ada di masyarakat Inggris ketika itu. Maaf melantur. Intinya adalah Tan Malaka mengajak kita untuk “memperhatikan kenyataan bendawi menggunakan pendekatan ilmiah” dan tidak menggunakan hal-hal gaib untuk memutuskan sesuatu.

Setelah itu, dialektika dan logika. Dua hal tersebut berkaitan dengan sudut pandang dan cara berpikir kita dalam memahami sesuatu. Logika adalah ketika suatu permasalahan dapat dilihat dari sudut pandang “ya” atau “tidak”. Sementara dialektika adalah ilmu berpikir kontradiksi yang digunakan ketika suatu permasalahan tidak dapat disederhanakan menjadi “ya” atau “tidak” karena harus memperhatikan berbagai aspek lainnya.

Selain tiga hal utama di atas, buku ini juga membahas agama-agama seluruh dunia, mulai dari logika mistika (dinamisme dan animisme) yang masih banyak di Indonesia hingga agama-agama besar yang banyak dianut di dunia. Tentu pembahasan agama-agama tersebut dikaitkan dengan madilog. Terlihat sekali bahwa Tan Malaka adalah seseorang dengan pengetahuan yang sangat luas (mulai dari matematika, fisika, politik, hingga filsafat) dan memiliki pemikiran yang revolusioner.

Melihat keadaan masyarakat Indonesia sekarang masih menganggap komunis, ateis, dan liberal adalah hal yang sama (saya sempat menganggap komunis sama dengan ateis, terima kasih kepada propaganda masa kecil) hingga menutup pertunjukkan Tan Malaka di Bandung beberapa waktu lalu, serta terkungkung pada logika mistika sehingga tidak tahu caranya berpikir rasional, Madilog masih sangat relevan. Tapi yah, kemungkinan orang-orang tersebut akan mendebat, “Tan Malaka kan komunis! Ateis! Tak beragama!”.

Semoga dugaan saya salah.

Referensi menulis ulasan karena saya tidak paham mengenai banyak aspek filsafat dan paham-paham yang dibahas di Madilog (haha):
1. http://kiriituindah.blogspot.co.id/20…
2. http://www.kompasiana.com/revolusione…

xoxo

N

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: