Archive

Everyday Life

Wow. Hari terakhir di 2017. Sebelum hari ini berakhir, saya ingin berbagi memori mengenai salah satu hari paling Patronusable di tahun 2017, tepatnya tanggal Sabtu, 15 April di mana saya jalan-jalan keliling Kyoto dengan empat teman sambil memakai kimono. Kok tumben baik amat mau berbagi? Ehe. Soalnya pada hari itu, banyak turis Indonesia dan Malaysia yang melihat kami dan bertanya di mana kami menyewa kimono, berapa, sampai kapan, dsb. Berhubung sepertinya promo ANA dan JAL ke Jepang pp 4,5 jutaan belum akan berakhir dan berakibat turis Indonesia ke Jepang pun akan makin membludak, yah siapa tau postingan ini sampai juga ke orang-orang yang tertarik keliling Kyoto menggunakan kimono.

Mending sewa di kota mana? Dengan argumen “Kyoto tuh kayak Jogja-nya Indonesia, budaya Jepang-nya masih kental, ga kota banget kayak Tokyo dan Osaka“, akhirnya kami memutuskan bakal sewa di Kyoto saja. Ternyata keputusan yang tidak salah, saudara-saudari! Dari ketiga kota tersebut yang kami kunjungi (empat kalau Nara dihitung), memang kota yang dengan populasi pemakai kimono paling banyak tuh di Kyoto. Bukan hanya turis, banyak juga orang Jepang–kebanyakan cewek-cewek–yang jalan-jalan pake kimono. Kalo cowok, biasanya pake kimono pasangan, nemenin ceweknya. Dari 8 harian di sana, kayaknya ga pernah sih lihat geng cowok doang pake kimono jalan-jalan keliling kota, kecuali mungkin turis mancanegara.

IMG_0313 - Copy.JPG

Berdasarkan pengamatan, tiga dari tujuh penduduk Kyoto memakai kimono setiap harinya (survei ngasal). *If you happen to be one of the subject of this photo and you mind this photo to be published, please contact me immediately, I’ll remove it*

Lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya? Sebetulnya, tempat sewa kimono BANYAK BANGET ternyata di sana, terutama di tempat wisata kayak Kiyomizu-dera. Jadi ga perlu khawatir dan maksa banget harus di Yumeyakata, karena sebetulnya si Yumeyakata ini cukup jauh dari tempat wisata populer. Cuma emang kelebihan Yume (biar cepet) adalah:

  • Relatif murah (total ngeluarin 3900an yen, dan di tempat sewa kimono yang ada di tempat wisata biasanya 5000-6000 yen).
  • Situsnya ada bahasa Indonesianya: https://www.id-kyoto.yumeyakata.com/cara-melakukan-reservasi
  • Banyak staf internasional. Saya udah berharap ada staf Indonesia, tapi waktu itu sih ga ada. Cuma ada staf Malaysia (di name tag staf ada benderanya) yang ngerti-ngerti dikit, ngasih rekomendasi obi yang cocok 😀
  • Pilihan warna kimono-nya lebih sesuai sama selera haha. Kalo di tempat sewa kimono yang lain kayaknya banyak yang warnanya ngejreng banget, motif bunganya gede-gede, dan sebagainya. Nah di Yume ini banyak pilihan warna yang lembut dan motif bunganya kecil-kecil (penting banget ye)

Kalau sudah mantap ke Yume, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah:

  1. Reservasi. Wah setelah saya cek sekarang, situsnya udah lebih canggih dan ramah untuk orang Indonesia! Dulu tuh UI-nya khas situs Jepang, more is more, jadi foto di mana-mana. Sekarang kayaknya udah jelas banget, klik aja link ke formulir dan bisa langsung liat aja informasinya semua di situ.yume2
  2. Isi formulir. Bisa pilih paket, berapa orang, tanggal, dan isi data kita. Waktu itu kami pilih Kimono Rental Plan yang 3500 yen seorang. Dengan pajak dan sebagainya, total bakal jadi sekitar 3900 yen. Ini paket yang paling murah meriah dan simpel. Pinjem kimono, jalan-jalan, balikin paling lambat jam 19.30! Banyak juga paket yang bersama fotografer profesional.
  3. Terima e-mail konfirmasi. Kira-kira kayak begini. Kita ga usah bayar apa-apa dulu kok. Bayarnya langsung di sana. Oh iya, jangan lupa simpen screenshot e-mail ini, jaga-jaga kalau di sana ga ada internet.yume1

 

Lalu, pada hari H, apa yang harus dilakukan? Langsung datang saja sesuai jam. Nanti pas datang, langsung dikasih formulir yang harus diisi dan diminta kasih liat e-mail reservasi, dan dikasih tas kain untuk masukin barang-barang. Nanti tunggu dipanggil sama stafnya, dan disuruh naik ke lantai 2. Tiap lantai itu ada fungsinya masing-masing yang bakal saya ceritakan, dan walaupun customer-nya banyak, layanannya cepet dan profesional banget dan ga pake ngantri! Oh iya, ingatan saya juga campur aduk sih jadi mungkin beberapa detail agak ngaco dan ga sesuai sama keadaan sebenarnya, tapi semoga ga terlalu banyak ya ngaconya! Haha.

IMG_6219.JPG

Yumeyakata. Fakta remeh: kanji yang dipakai 夢 (yume), artinya mimpi.

Di lantai 2, bakal udah mulai dibedain wanita dan pria. Di lantai ini pula langsung disuguhin bermacam-macam kimono warna-warni. Ga hanya kimono, ada juga obi, dalaman, hiasan rambut, dan sebagainya. Sebagian besar sudah termasuk paket Kimono Rental Plan (kimono, dalaman, obi, hiasan rambut). Karena saya emang sudah bertekad dari tahun lalu untuk memakai berjalan-jalan memakai yukata hitam seharian, saya udah pakai kerudung hitam dari airbnb tempat kami nginep. Nah itu sih tips pertama saya: kalau kamu berhijab/pake kerudung dan udah tau mau pake kimono warna apa, pastikan kerudungnya udah sesuai 😀

Setelah staf yang bertanggung jawab sama kita nentuin ukuran kimono yang pas, ngasih rekomendasi obi yang cocok, dan sebagainya, kita bakal langsung disuruh bayar (nah ini sih yang lupa-lupa ingat urutannya). Berhubung saya dan teman-teman pakai kerudung semua, jadi ga perlu cari hiasan rambut. Setelah bayar 3500 yen + 8% pajak, kita disuruh ke lantai atas.

Di lantai 3, sudah ada beberapa wanita yang cukup senior aka cukup tua yang cekatan menunggu. Yes, ini kamar ganti! Sempet agak self-conscious karena dikelilingi cermin di sekitar, kita semua disuruh lepas baju. Iya, beneran lepas baju, jadi ya tinggal dalaman saja haha. Karena emang paketnya lengkap dengan dalaman. Jadi buat yang ngerasa ga nyaman buka baju di depan orang banyak (perempuan semua), ya mungkin pikirin lagi aja hehe. Atau mungkin kalau bisa bahasa Jepang bisa nego dikit sama ibu-ibunya..

Staf ibu-ibu yang bertugas bantuin ganti baju bakal dengan cekatan bantuin pasang dalaman, kimono, obi, dan sebagainya. Ternyata, pakai kimono juga ga sembarangan kayak kebaya yang tinggal pakai. Obinya harus kenceng banget, saya ampe sesak pas stafnya tarik-tarik dan kencengin si obi. Setelah selesai semuanya, langsung ambil tabi (kaos kaki) sesuai ukuran dan lanjut ke lantai atas. Berhubung semuanya pakai kerudung dan ga pakai hiasan apapun, jadi langsung lanjut ke lantai atas. Tapi mungkin buat yang rambutnya bakal dihias, bakal tetap berada di lantai 3 buat rias dan hias rambut. Oh iya, satu tips lagi buat yang pakai kerudung: lengan kimono memang panjang, tapi didesain supaya lengan bagian dalam juga kelihatan. Jadi kalo megang pegangan di bis pasti lengan kamu bakal keliatan ke mana-mana. Karena itu, bawa manset yang cukup panjang kalau kamu ga nyaman dengan hal tersebut. Kalau di Memoirs of Geisha, dibilang kalau bagian lengan dalam adalah salah satu bagian yang seksi gitu lah ga ngerti lol.

Di lantai 4, waktunya milih tas. Pilihan tasnya cukup banyak dan kelihatannya bisa dibeli juga di lantai bawah, atau juga banyak di tempat jualan souvenir. Staf yang ada juga bakal ngasih rekomendasi cocok atau ga sama kimononya, hahaha. Selama seharian, kita bakal pakai tas ini doang (ga lucu kan pakai kimono tapi bawa ransel wkwk), jadi pilih tas sesuai apa yang mau dibawa dan sesuaikan juga apa yang mau dibawa supaya ga terlalu banyak dan ngeberatin diri sendiri.

Masih di lantai yang sama (kayaknya, lupa), ada penitipan barang. Semua barang bakal dititipin dan bakal dikasih nomor barang. Jangan sampai lupa ya! Habis itu, balik deh ke lantai paling bawah dan milih bakiak.

Setelah itu, bebas! Maksimal pengembalian jam 19.30 kalau ga mau kena denda. Di lantai bawah juga ada rekomendasi tempat wisata dan cara menuju ke sana. Kalau kami, itinerary-nya antara Arashiyama, Fushimi Inari, dan Kiyomizu-dera. Setelah berbagai pertimbangan, langsung ke Fushimi Inari dan Kiyomizu-dera. Capek polllllll karena nanjak! Kaki rasanya kayak langsung langsing bagaikan girlband Korea. Tapi ga sih huhu :(. Walaupun capek, sepertinya Fushimi Inari dan Kiyomizu-dera pilihan yang tepat untuk foto-foto pakai kimono. Kenapa? Karena pas besoknya ke Arashiyama.. Yah, namanya juga hutan bambu, jadi cukup redup pencahayaannya. Bagus sih kalo di deket sungainya. Kalau di Kiyomizu-dera, banyak tempat terbuka yang terkena sinar matahari jadi bakal lebih puas untuk foto-foto.

Lalu bagaimana cara ngembaliinnya? Setelah berlomba dengan waktu, akhirnya kami sampai di Yume lagi jam 19.00an. Kita bakal langsung disambut sama ibu-ibu yang bantuin pakai kimono lagi buat lepasin semuanya. Terus namanya juga ibu-ibu sih ya, lagi lepas baju gitu juga tetap aja suka ngajak ngobrol. Pakai bahasa Jepang. Untung ngerti-ngerti dikit sih, standar juga yang ditanyain, kayak: “Genki? (Sehat?)”, “Doko kara desu ka? (Dari mana saja?)”, “Mareshia? (Dari Malaysia?)”, dsb. Tapi lagi super self-conscious terus ditanya-tanya gitu kan ya jadi deg-degan (naon).

Dan inilah beberapa foto contoh kimono yang ada di Yume jika penasaran… (alias foto kami hahahaha, credits to kamera Tifa dan kak Karina sebagai sang fotografer pribadi)

photo6217664639790065771photo6217664639790065770photo6217664639790065772

Selesai! Semoga bermanfaat! Semoga Yumeyakata kasih komisi ke saya! Amin!

xoxo

N

*If you happen to be one of the subject of the photo on this post and you mind this photo to be published, please contact me immediately, I’ll remove it*

Advertisements

My Timehop showed me the photos of my undergraduate graduation which happens…. four years ago!!! Unbelievable! I can’t believe I have ever been young and full of dreams. Was it really four years ago? I can’t decide whether it’s been so fast or so slow. Because if you reflect on some time and making several points of your timeline as the base point, it will have different sense of pace, depends on where (or when) you see it. Get it?? Lol. You don’t have to because I know it doesn’t make any sense.

But I will make this point of time to reflect on my graduation, because.. my, I had the best graduation arak-arakan party ever! Big thanks for my juniors who arranged it very well! And as a tradition in every graduation party in my major, we got the messages written by our friends (juniors to seniors) to congratulate us. Our graduation theme was “British” (yeay!) so the design of the message holder is that iconic British post box. Like this 🙂

IMG_7958-edit

I read the messages again after four years and I kind of getting sad. I missed my friends so much it almost hurts. I am still in here, doing my jobs, friends are getting masters, phd, jobs in another cities and countries…

No need to be sad.

So I will upload their kind messages here, to make sure that they will stay alive. I didn’t remember that we will have the messages and I was expecting very few messages because I don’t have any charisma or popularity or as inspiring as my friends but the messages I got was more that I expected!

So here they are..

From mafren ma gostip freeeenn ma five++ years college freeeenn :*

IMG_8002

From Dea Rahmatia (whose wishes to graduate is granted)

IMG_8005

From our angel Caci aka Sasri aka Dyah Dewisasri, the one that is beautiful inside and out. Congratulations on finding your Mr X, Sas!! Pray for mee.

IMG_7998

From Gita sagittarius_9174 Desrianti (lol)

IMG_7970(1)

From Umek Umeee Umeee

IMG_7974(1)

From Latifa Dwiyanti. Thank you for the Pixar wishes :”

IMG_7984(1)

From Agastia. Love you tooooo :”3

IMG_7987

(Lol Riza, if it’s read with no context…)


The shorty

IMG_7993

From Adinata

IMG_7988(1)

From Anshor. I never wish to have RBF, so… 😦

IMG_8001

From Amel, Evlyn, Rita, Etha. Awww thank youu girls 😀

The ones that make me regretful about not writing much to my seniors and friends..

IMG_8008

From Puti puti melati alibaba. The “makasih atas bimbingannya” always make me realize that I never really “membimbing” them 😦

IMG_8007

From the imbaest Daniel Widya, good luck to you too!!

IMG_8004

Aww kak Atin :’3 Thank you for coming to the graduation (Padahal mah ya karena ada Hasby).

IMG_7999

From Danny Wong, who also become my successor in 2 years, my LO in my graduation. Thank youu 😀

IMG_7996

Raheeess mafreenn. Sepertinya kita belum pernah jalan-jalan tim admin sampai sekarang :))

IMG_7994

From Aribowo (??) Thank youu for the wish!

IMG_7995

From the now-arrogant Marchy. Thanks and bhay!

IMG_7992

From the kindest Edo :”

IMG_7991(1)

Thank you so much Tika yang sudah asik di Inggris bersama Faiz. Jangan lupa cari jodoh ya.. Hmm.. Ga lupa kok, cuma yha ga ada yang mau ajha.

IMG_7990(1)

From Gurun, who also had his wish granted 😀

IMG_7989(1)

From the prince Adhiguna S. K. yang sudah menjadi kahimku, I am sorry that I am not that good doing my job.. Thank you for letting me join your DE.

IMG_7985(1)

From Ichal the super imbalance and genius 4.0

IMG_7983(1)

Thank youu Faiz!!

IMG_7982(1)

From Okihita. Thanks!!

IMG_7979(1)

From Algooooo the cat master.

IMG_7978(1)

From Ardian (?) Really surprised that you join the Internal Affairs Division because of me?? I think Ardian is joking 🙂

IMG_7977(1)

Hapsyyy the purest one. I’ll invite you to my wedding….of course… If I ever have one..

IMG_7975(1)

Thank youu Gilang! I see that you took notes of my observations and some of the programs are still running until now 🙂 Good job!

IMG_7971(1)

Liooo. Thank you too!! Loosen up a bit???? Reallyy??? I am the most laid back person I know!!!!

IMG_7969(1)

Hasboooyyy thank you for asking me to join your team in that competition!!! I learned a lot from you!!

IMG_7968(1)

I don’t think I am a good head of division, but that “Aku sayang kak Nadin” melts my heart, Fani :”

IMG_7967(1)

Ebeee, thank you for using your own paper to write the note. And now you’re getting married before me??? Bye!

IMG_7966(1)

Auuul! You currently far far away, I hope you can learn French in the Netherlands! Hahaha.

The unidentifiable ones..

IMG_8009

Unidentifiable 1. He/she calls me Nadinos. There are several people hmm..

IMG_7997

Unidentifiable 2. I can’t read the name.. Akau? Auau? Aliau? Sorry :((

IMG_7973(1)

Unidentifiable 3. The signature says SG but I can’t remember anyone….

IMG_7972(1)

Unidentifiable 4. He/she is a junior, but I can’t identify the writings..

That’s all!

Every once in a while, I recall many moments in my university life and somehow I want to go back. There were the best times of my life so far.

Thank you for all the memories.

x,

N

This very late post is about a project for Dea’s 22nd birthday on December 2013. Hahahaha. I know it is supeeeeeeeeeer late!! As usual, we discussed what to give for each other birthday and because Dea loves postcards, postcards it is! But of course, our postcards will not be ordinary. It will be from us, sent from Photoshopland from different places on Earth!

So each of us went to our dream places, took photos, and make a postcard out of it! These are our postcards, from the west to the east, started from Vienna, Amsterdam, Paris, Madrid, Venice, Santorini, Moscow, Madinah, and Tokyo, we have come to Dea’s house to say “HAPPY BIRTHDAY!”.

tifagitariza

agast

bobi

aing

sasrikartu-madinah

karinAt first I am afraid that the project will be failed or something but it turns out really good! Someday we all visit those cities, okay?! And not only on Photoshopland hahahah.

xoxo

N

Well, it has been two weeks since I started my so-called internship at Kompas Gramedia Bandung as a lame graphic designer. I have added one more task to do every morning: checking Kompas Klasika to see if my design is up or not. Yeah, the arrangement of advertisements depends on central office,and I am responsible of layouts of supplemental article. The example of articles are event reports, culinary things, discounts, and interviews with cool people. Latest interviews are with the student from my campus who won International Debate Championship or something. The other intern–the copywriter, Che–is the one who does the writings.

2014-01-24 23.11.45

Some of my works on Klasika Jabar Kompas. YEAH.

The most interesting part of the job is I can do it from home! As long as it does not cross the deadline, of course. Also, since Che must do her culinary and event reports alone, she asked me to come if she makes reports again (which means free food and entry lololololololol).

The bad part: the campus has started and I am still not finishing my proposal and now I am fangirling over a 37-year-old dude (Benadryl Cabbagepatch. MAN I LOVE HIS SHERLOCK!!). BYEEEEEEE.

xoxo

N

It’s been a year since my sister found an advertisement in Kompas Jabar regarding some internships including graphic design. I sent my CV a few days later…. But I was called for the internship….in 8 months. There were bits and bobs that make me could not do it in November, but here I am, designing layout for a half newspaper page with other copywriter intern.

2014-01-08 14.07.51I must learn InDesign from scratch but the software turns out to be fun to learn! At least I learn new skill this holiday lol although this internship is not even close to what I study in university. The only problem I got so far is there is no place to park my vehicle since there were only factory outlets around the office and they charge per hour. PHEW!! But it is okay, I’d rather walk a bit than pay more lololololol.

Happy holiday, happy internship, happy thesis (NOOOOOO)!

N

Menurut Wikipedia dan kamus Mirriam-Webster, mondegreen merupakan suatu istilah untuk menyebut salah dengar.

mon·de·green noun \ˈmän-də-ˌgrēn\

a word or phrase that results from a mishearing of something said or sung <“very close veins” is a mondegreen for “varicose veins”>

Sip ya. Jadi, mondegreen adalah kata atau frase yang dihasilkan dari salah mendengar, baik itu kata-kata maupun lirik lagu). Contohnya adalah “very close veins” yang merupakan mondegreen dari “varivose veins”. Nama Mondegreen sendiri berasal dari salah dengar “laid him on the green” yang menjadi “Lady Mondegreen”. Hihi. Lucu ya.

Saya sendiri cukup sering mengalami mondegreen. Mungkin karena saya sering sotoy dalam mendengar lirik lagu. Kali ini saja, saya mendengarkan lagu dari The Groove – Hanya Karena Cinta, dan sadar bahwa selama beberapa tahun ini saya selalu salah mengira lirik lagunya.

Katakan padaku sayang
Jujurkah kau ingin pergi
Satu pintu ‘kan kuberi
Hanya takdir Ilahi kau kembali~

Selama ini, saya mendengarnya sebagai…

Katakan padaku sayang
Jujurkah kau ingin pergi
Satu pintu ‘kan kuberi
Hanya tak ingin lagi kau kembali~

JAUH SEKALI ARTINYA SAUDARA-SAUDARA! HAHAHA. Lalu ada satu lagi. Lagu Taylor Swift yang berjudul 22. Kali ini cukup catchy karena mondegreen terjadi di bagian reff.

I don’t know about you, but I’m feeling twenty two~
Everything will be alright, if you keep me next to you~

Apa yang saya dengar selama ini?

I don’t know about you, but I’m feeling SWIMSUIT~
Everything will be alright, if you GIMME next to you~

What on earth is FEELING SWIMSUIT?? LOL. Sebetulnya sih masih BANYAK mondegreen yang pernah dialami, saking banyaknya sampai lupa. 😀

xoxo

N

Just stumbled upon my Deviantart page. One of the things there almost make me burst into laughing tears.

lazy

see the year, please

Well, 4 years later, and I still have not delete the artworks. Even the post itself is..kind of… unfinished, right? The blablabla thingy. Oh God, I don’t want to be lazy, but it is like in my veins. There are also MANY drafts on my wordpress, tumblr, and such. Keeping anything as open options is like in my blood.. my royal blood.. my Lorde blood.. WHAT DID I WRITE ANYWAY. Hope in 2014 anyone found the cure of procrastinators!

xoxo

N